Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali mendukung pengembangan "widya pasraman" atau sekolah keagamaan Hindu di wilayah itu sebagai wujud pelayanan agama pada jalur pendidikan formal.

"Kami sangat mendukung pengembangan 'widya pasraman'. Kami merasakan bahwa tugas (Kemenag) terbantu akan hadirnya 'widya pasraman'," kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Buleleng, I Made Subawa, saat menerima audensi Forum Komunikasi Widya Pasraman (FKWP) Buleleng di Singaraja, Senin.

Pihaknya siap memberikan dukungan sepanjang itu sesuai dengan regulasi dan aturan perundang-undangan yang berlaku terkait bantuan pemerintah.

Bantuan dukungan berupa materiil seperti bantuan operasional pasraman (BOP), bantuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi lembaga pendidikan yang telah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPNS) dan sudah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Baca juga: Wabup Buleleng serahkan hibah sarana penangkapan ikan

"Sejauh ini pasraman yang sudah memiliki izin operasional sudah memang mendapatkan bantuan BOP dan juga ada yang sudah dapat BOS juga. Kedepan akan kami fasilitasi bagi yang izin operasionalnya turun," katanya.

Pihaknya mengungkapkan, tantangan dalam pengembangan widya pasraman kedepan memang cukup berat. Permasalahan sistem manajemen, tata kelola, pendidikan dan juga "trust" masyarakat harus dicarikan jalan keluar dan solusi dari permasalahan-permasalahan tersebut.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar pengelola widya pasraman terus rutin berkoordinasi dan berkonsultasi kepada kami. "Setiap masalah pasti akan dapat dicarikan jalar keluar sepanjang itu dikomunikasikan secara intensif," kata I Made Subawa, .

Baca juga: Sekda Buleleng instruksikan pemantauan inflasi setiap minggu

Sementara itu, Ketua FKWP Buleleng, Ketut Pasek Gunawan, S.Ag., M.Pd.H mengatakan bahwa tujuan terbentuknya FKWP adalah sebagai wadah berkomunikasi dan berkonsultasi antarpengelola widya pasraman dan dengan pihak eksternal lainnya.

"Anggota kami ada sebanyak 10 widya pasraman yang ada di Buleleng. Ke depan forum ini sebagai wadah urun renbug dan saling berkoordinasi fokus pada masalah tata kelola secara kelembagaan," katanya.

Pewarta: IMBA Purnomo

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022