Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) pada Senin (18/1/2021) mengatakan pemberi pinjaman global itu membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk membantu negara-negara yang berutang besar, mengutip prospek ekonomi global yang sangat tidak pasti dan meningkatnya perbedaan antara negara-negara kaya dan miskin.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, yang telah lama menganjurkan alokasi baru mata uang IMF sendiri, Special Drawing Rights (SDRs), mengatakan pihaknya sekarang akan memberi lebih banyak dana untuk digunakan mengatasi krisis kesehatan dan ekonomi, dan mempercepat perpindahan ke ekonomi digital dan hijau.

Di bawah Presiden Donald Trump yang akan segera berakhir masa jabatannya, Amerika Serikat, pemegang saham terbesar IMF, telah memblokir alokasi SDR baru tersebut, sebuah langkah yang mirip dengan bank sentral yang mencetak uang, karena akan memberikan lebih banyak sumber daya ke negara-negara kaya ketika alokasi akan proporsional dengan kepemilikan saham mereka.



Menteri Keuangan Swedia Magdalena Andersson, ketua baru komite pengarah IMF yang berbicara pada konferensi pers daring bersama Georgieva, mengatakan jelas bahwa kebutuhan likuiditas tetap besar, dan dia akan berkonsultasi dengan negara-negara anggota mengenai opsi untuk memperluas likuiditas.

Andersson, orang Eropa pertama yang mengepalai Komite Moneter dan Keuangan Internasional dalam lebih dari 12 tahun dan wanita pertama, memulai masa jabatan tiga tahunnya di sini dalam perannya pada Senin (18/1/2021).

Georgieva mengatakan IMF dengan cepat meningkatkan pembiayaan lunak ke ekonomi-ekonomi emerging market dan berkembang, termasuk melalui sumbangan dari negara-negara anggota sekitar 20 miliar dolar AS dalam SDR yang ada. Itu akan terus memainkan peran penting, tetapi diperlukan langkah-langkah lebih lanjut, katanya.



“Ini akan terus menjadi sangat penting, bahkan lebih penting, bagi kami untuk dapat memperluas kapasitas kami untuk mendukung negara-negara yang tertinggal,” kata Georgieva.

Dia mengatakan alokasi SDR baru tidak pernah dihapus dari meja oleh anggota IMF, katanya, menambahkan bahwa beberapa anggota terus membahasnya sebagai langkah yang mungkin dilakukan. Kemungkinan penjualan emas dari cadangan IMF akan memiliki "beberapa potensi kerugian" untuk IMF, tetapi terserah anggota, katanya.

Dia mengatakan dia mengharapkan Kelompok 20 negara ekonomi utama untuk memperpanjang moratorium saat ini dalam pembayaran pelunasan utang resmi negara-negara termiskin, yang sekarang dijadwalkan berakhir pada Juni, tetapi banyak yang akan bergantung pada kecepatan vaksinasi dalam beberapa bulan mendatang.

Pewarta: Apep Suhendar

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2021