Alvi Wijaya Chairullah melaju ke babak perempat final turnamen internal PBSI sebagai runner-up Grup F setelah mengalahkan Yohanes Saut Marcelino 21-18, 21-16.

Alvi, mengikuti langkah Chico Aura Dwi Wardoyo yang jadi juara grup, berada pada posisi kedua dengan satu kemenangan. Sedangkan Saut menempati posisi ketiga, dan Firman Abdul Kholik yang mundur karena sakit, di posisi terakhir.

Mengomentari permainannya pagi ini melawan Saut, Alvi mengaku sempat terlalu buru-buru ingin mematikan lawan dengan serangan-serangannya. Pada interval gim, Alvi mendapat masukan dari pelatih Harry Hartono untuk memperbanyak variasi pukulan.

Baca juga: 45 tahun silam, Indonesia rebut Piala Uber pertama
Baca juga: Greysia Polii ungkapkan plus-minus berpatner

"Pertama-tama itu saya maunya menyerang terus, di poin 11 saya dikasih tahu sama pelatih untuk buka permainan dulu. Lawannya dibuat lari dulu," kata Alvi saat diwawancara usai pertandingan, Kamis.

"Target awal mau lolos dulu ke perempat final, memang tidak akan mudah karena saya satu grup sama pemain senior seperti Chico dan Firman. Tapi saya jadi tanpa beban, alhamdulillah bisa ke perempat final," tutur Alvi.

Sebagai runner-up grup, Alvi akan bertemu juara grup pada delapan besar. Berhadapan dengan pemain yang lebih senior, Alvi menyebutnya kesempatan untuk menguji apa yang sudah ia pelajari di latihan.

"Kalau lawan pemain senior itu harus lebih berani, mainnya lepas saja dan nikmati permainannya," kata dia.
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar

Editor : I Komang Suparta


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020