Pengelolaan linen untuk kategori infeksius di RSUP Sanglah, Denpasar mengalami peningkatan selama masa pandemi COVID-19.

"Selama COVID, linen yang termasuk kategori infeksius itu lebih tinggi, karena ada ruang perawatan COVID termasuk pemakaian baju oleh petugas yang setiap saat bisa ganti baju rumah sakit. Sehingga terjadi peningkatan, kalau dulu 1 ton sekarang sudah hampir 1 ton 300 kg linen yang kita kelola dalam satu hari,"kata Kepala Instalasi Binatu RSUP Sanglah Denpasar, I Made Surata Witarsa dalam keterangan pers yang diterima di Denpasar, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa selama COVID ini, petugas kesehatan menggunakan seragam yang disediakan rumah sakit, semacam setelan baju ruang operasi. Sehingga baju yang digunakan tersebut tidak dibawa pulang, melainkan dikelola rumah sakit dengan prosedur penanganan cucian linen yang aman.

Selain linen rumah sakit, juga dilakukan pengelolaan linen yang ada dari pasien. "Jadi, baju pasien yang dipakai dari rumah pertama kali itu kan diganti dengan baju rumah sakit. Nah, kami menyarankan untuk dicuci di rumah sakit supaya betul-betul aman, sekaligus memutus rantai penularan. Setelah dicuci, maka kita izinkan untuk dibawa pulang,"jelasnya.

Ia mengatakan bahwa setiap harinya telah mendistribusikan 100 baju termasuk handuk. Sedangkan untuk pegawai dan dokter hampir 300 setelan pakaian.

Untuk proses pencucian dibagi menjadi dua, yaitu mencuci linen yang infeksius dan non infeksius. Pencucian linen infeksius diproses sesuai dengan standar yang dianjurkan oleh PPI (kelompok standar manajemen rumah sakit pencegahan dan pengendalian rumah sakit). Mulai dari penggunaan bahan kimianya, secara mekanisnya, kemudian waktu dan temperatur.

Dalam pengelolaan linen infeksius, juga menggunakan standar temperatur yang ada berkisar antara 70 sampai 90 derajat.

"Ketika temperaturnya lebih tinggi, bagus atau tidaknya Itu tergantung pada jenis bahan kimia yang kita gunakan karena ada beberapa bahan kimia yang justru akan menjadi rusak saat temperaturnya tinggi. Jadi kita memiliki lima mesin cuci dan semuanya itu double barrier. Tiga untuk infeksius dan dua lainnya untuk non infeksius,"kata Made Surata.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak takut memakai linen rumah sakit karena linen rumah sakit dicuci dengan menggunakan enam jenis bahan kimia dengan tingkat alkali yang diatur sesuai standar jadi pasti aman.

Pewarta: Ayu Khania Pranishita

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020