Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepada TNI dan Polri untuk memperkuat pengamanan Papua, pasca-penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tembagapura, Papua.

"Saya tentu meminta kepada Pak Kapolri dan Pak Panglima TNI bila perlu satgas yang ada tambah, perkuat lagi. Negara tidak boleh kalah oleh kelompok-kelompok yang melakukan pelanggaran hukum, apalagi dengan senjata," kata Mendagri usai bertemu Menko Polhukam Mahfud MD, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa.



Tito pun mengungkap pengalamannya selama dua tahun saat menjabat sebagai Kapolda Papua dalam mengatasi gangguan keamanan dari KKB dengan menggunakan soft approach.

Tito mengatakan ketika itu ia meminta tokoh-tokoh masyarakat yang disegani di Papua agar berdialog dengan KKB agar tidak melakukan aksi kekerasan.

"Pengalaman saya selaku Kapolda Papua dua tahun, banyak beberapa kali saya bisa melakukan komunikasi-komunikasi dengan mereka, sehingga mereka tidak melakukan aksi kekerasan," kata Tito.

Ia mengatakan seandainya soft approach tidak bisa dilaksanakan dan KKB melakukan pelanggaran hukum apalagi jika ada korban meninggal dari warga maka tindakan tegas harus dilakukan.

"Soft approach dilaksanakan, tapi seandainya soft approach tidak bisa dilaksanakan dan mereka melanggar hukum apalagi ada yang meninggal segala macam, kita harus bertindak tegas. Tegas. Kita harus tegakkan hukum. Siapapun dia, tegas," kata mantan Kapolri ini.



Tito pun mengaku telah berkoordinasi dengan dengan Pemda Timika terkait warga Tembagapura yang mengungsi ke Timika.

"Kita sudah komunikasi. Dirjen saya sudah minta komunikasi dengan Bupati Pak Maleng (Omaleng). Kemudian juga Polres dan Kodim yang membantu mereka. Sambil kita memperkuat pengamanan di sana oleh Bapak Panglima TNI dan Kapolri," kata Tito.



 

Pewarta: Syaiful Hakim

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020