PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (selaku pengelola jaringan Alfamart) membantu usaha mikro masyarakat melalui bantuan permodalan. Kucuran modal ini didukung oleh Toko Modal (PT Toko Modal Mitra Usaha) bekerja sama dengan pemilik warung kecil yang sudah menjadi mitra Alfa Mikro, program pemberdayaan warung milik Alfamart.

Program ini juga sekaligus mengajak pelaku usaha mikro kecil (UMK) untuk memanfaatkan teknologi digital. Caranya dengan unduh di Play Store sehingga para pemilik warung mendapatkan kemudahan untuk memesan barang yang diinginkan.

"Aplikasi Alfa Mikro sederhana dan sudah sangat mempermudah pemilik warung yang jadi anggota kami. Kini semakin dipermudah dengan dukungan pinjaman modal dari Toko Modal. Pesan dulu semua barangnya, bayar belakangan," tutur Imam Safii selaku Store Sales Point (SSP) Coordinator Alfamart di sela-sela pelatihan manajemen ritel bagi pedagang eceran UMKM dari wilayah Bangli sekitarnya di ruang pertemuan Kantor Desa Bunitin, Selasa (3/09/2019).

Mengusung tagline "Sahabat Usaha Mikro untuk Rakyat", Alfa Mikro dan Toko Modal memastikan banyak keuntungan bagi pemilik warung yang bergabung menjadi mitra.

"Artinya, ada jeda waktu untuk memutarkan barang dagangan. Sangat cocok untuk membantu usaha mereka," ucap Imam menambahkan.

Syarat bagi pemilik warung yang ingin bergabung menjadi anggota itu sangat mudah. Keuntungannya, memesan barang mudah dan cepat, pendanaan eksklusif dengan biaya terjangkau dan pembayaran tagihan mudah di toko Alfamart.

Dia mengatakan, dalam sesi pelatihan manajemen ritel tersebut, peserta umumnya adalah pedagang eceran. Mereka mendapatkan pengetahuan materi terkait teknik menata barang, pengetahuan produk, keluar masuk uang, hingga melayani konsumen.

Selain itu juga pada kesempatan tersebut, dijelaskan mengenai bagaimana standar kualitas supaya produk UMKM dari Kabupaten Bangli bisa dipasarkan di Toko Alfamart.

Ayu Riantini selaku Merchandising Manager Alfamart Bali mengatakan, pihaknya mengajak para produsen produk lokal di wilayah kabupaten ini untuk bisa memasukan produknya. Akan tetapi ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sehingga kualitasnya terjaga dengan baik dan layak untuk dikonsumsi oleh konsumen.

"Kami tentunya akan menyeleksi terlebih dahulu produk UMKM yang ingin dipasarkan ke toko, semoga saja ada produk yang sesuai dengan kriteria sehingga layak untuk dipasarkan," ucapnya.

Branch Manager Alfamart Bangli Suriadi mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah guna mendukung program meningkatkan keberlangsungan UMKM supaya terus tumbuh dan berkembang.

Ia menambahkan, pelatihan yang melibatkan para pedagang warung ini digelar secara rutin setiap tahun dan di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko.

"Tujuannya, mengajak para pelaku UMKM khususnya yang juga memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern. Pelaku UMKM sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil. Pelaku UMKM perlu dibekali dengan ilmu manajemen agar memiliki daya saing. Terutama pelatihan hari ini lebih lengkap dari biasanya, karena kami menambahkan materi bisnis online di dalamnya," katanya. (*)

Pewarta: I Komang Suparta

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019