Kemenpar mengharapkan rute penerbangan baru yang menghubungkan Sydney-Australia oleh maskapai penerbangan anggota Lion Group asal Malaysia, Malindo Air, dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Australia ke Bali.

"Kami berharap pembukaan rute ini akan meningkatkan sektor pariwisata dan juga memperkuat perdagangan antara Australia dengan Indonesia,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Edy Wardoyo, saat Inaugural Flight penerbangan tersebut di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis.

Ia mengatakan, penerbangan itu akan memberikan tambahan kapasitas tempat duduk ke Indonesia sebanyak 23.472 pax hingga akhir tahun ini.

Sementara, pada tahun ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan 1,5 juta kunjungan wisatawan dari Australia. Bagi Australia, Bali merupakan destinasi yang paling favorit.

"Untuk itu, Kemenpar memberikan apresiasi yang tinggi kepada Malindo Air yang terus aktif membuka rute-rute baru dari Australia ke Denpasar, setelah bulan April lalu Malindo juga membuka rute dari Adelaide ke Denpasar," kata Edy.

Pada tahun 2018, tercatat jumlah wisatawan asal Australia yang datang berkunjung ke Bali adalah sebanyak 1.185.557 wisatawan.

Jumlah itu menempatkan wisatawan asal Australia di urutan kedua sebagai negara dengan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali terbanyak.

Sedangkan selama semester pertama 2019, sebanyak 557.133 wisatawan asal Australia tercatat berlibur ke Bali. Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 lalu, tercatat terdapat pertumbuhan sebesar dua persen pada semester pertama tahun 2019 ini.

Penerbangan perdana Malindo Air di.rute tersebut menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan OD-172 yang mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Kamis (15/8) pukul 17.28 WITA.

Pesawat dengan tipe Boeing 737-800 itu mendarat setelah mengudara dari Bandara Internasional Sydney pada pukul 12.40 waktu setempat di hari yang sama dan menempuh jarak 4.600 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 6 jam 48 menit.

Baca juga: Ngurah Rai masuk "10 besar" Asia Tenggara paling tepat waktu

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry A.Y. Sikado, mengatakan, penerbangan Malindo Air tersebut akan semakin menambah jumlah penerbangan yang melayani kota terpadat di Australia ini dengan Bali.

"Sebelumnya, sudah ada empat maskapai penerbangan yang melayani rute ini. Dengan inaugural flight maskapai Malindo Air akan menambah pilihan bagi wisatawan Australia, khususnya wisatawan asal negara bagian New South Wales di mana kota Sydney berada, untuk terbang menuju Bali," katanya.

Ia menjelaskan, sebelumnya, rute Sydney-Bali telah dilayani oleh empat maskapai penerbangan, baik maskapai nasional dan internasional.

"Dan Malindo Air resmi bergabung dengan Garuda Indonesia, JetStar, Qantas, dan Virgin Australia, sebagai maskapai penerbangan yang menghubungkan Sydney dengan Pulau Dewata," ujar Herry.

Menurut jadwal, penerbangan itu dilayani dengan frekuensi tujuh penerbangan setiap minggu dengan jadwal keberangkatan pada pukul 12.00 waktu setempat dan dijadwalkan mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali pada pukul 16.50 WITA.

Sedangkan untuk rute sebaliknya, akan dilayani tujuh penerbangan dalam satu minggu yang dijadwalkan berangkat dari Bali pukul 22.35 WITA dan dijadwalkan tiba di Sydney pada pukul 06.40 waktu setempat pada hari berikutnya.

"Selamat kepada Malindo Air, semoga dengan rute baru ini dapat semakin meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia, menuju Bali," kata Herry Sikado.

Baca juga: Angkasa Pura sosialisasikan keamanan-keselamatan penerbangan

 

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019