Petenis Selandia Baru Michael Venus tersingkir dari ganda putra Wimbledon, Kamis waktu setempat, sebelum menggelar jumpa media pascapertandingan sambil memangku putrinya yang masih berumur sembilan bulan. Di sini, dia juga menerangkan insiden berdarah kepala pasangan gandanya akibat tertimpa bola.

Petenis berusia 31 tahun itu membawa serta anak bayinya bernama Lila Grace ke media center untuk memberi kesempatan tunangannya Sally beristirahat setelah tersingkir dalam duel tiga jam di Centre Court. Dia sibuk menjawab pertanyaan wartawan sambil memangku anaknya itu.

Venus dan partnernya Raven Klaasen dari Afrika Selatan kalah pada babak semifinal dari pasangan Kolombia Juan Sebastian Cabal dan Robert Farah, 6-4, 6-7 (4/7), 7-6 (7/2), 6-4.

Pasangan Selandia Baru-Afrika Selatan ini adalah runner-up Wimbledon 12 bulan lalu. Klaasen memerlukan penanganan medis setelah kepalanya terpukul bola pengembalian servis Farah.

Baca juga: Ajang final jadi pertemuan kesebelas Serena dan Halep

Begitu darah mengucur, Farah bergegas menyeberangi net untuk menenangkan si petenis Afrika Selatan dan meminta maaf.

"Saya bilang dia untuk tegar," canda Venus, sang juara French Open 2017 bersama mitranya saat itu Ryan Harrison.

Menurut Venus, Klaasen mengaku baik-baik saja setelah berdarah karena terkena bola tenis itu. Tapi dalam gaya masih berseloroh, "Dia tampaknya menyalahkan saya karena tak memukul bola."

Cabal dan Farah akan menghadapi Nicolas Mahut dan Edouard Roger-Vasselin pada final.

Mahut dan Roger-Vasselin dari Prancis mengalahkan Ivan Dodig dan Filip Polasek 6-2, 7-6 (9/7), 7-6 (7/2) dalam semifinal.

Baca juga: Halep libas Svitolina menuju final Wimbledon pertama
 

Pewarta: Jafar M Sidik

Editor : I Komang Suparta


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019