Para penggemar tenis menantikan sebelas tahun lamanya pertemuan kembali Roger Federer dan Rafael Nadal pada final Wimbledon ketika mereka bertemu pada final Grand Slam ini dalam edisi 2008 yang disebut sebagai salah satu pertandingan tenis terbaik sepanjang masa.

Menjelang semifinal Wimbledon 2019 yang mempertemukan kedua petenis, berikut tiga pertemuan mereka paling dikenang jagat tenis versi ATPTour.com.

Final 2006 Final, Federer menang 6-0, 7-6(5), 6-7(2), 6-3
Ketika masuk gelanggang final, kedua petenis sama-sama berbekal juara Grand Slam tahun itu. Federer adalah juara Australia Open, sedangkan Nadal juara French Open.
Federer menang mudah pada set pertama, membalikkan keadaan dari tertinggal 4-5 pada set kedua. Nadal bangkit pada set ketiga, namun Federer menggebrak sejak awal set keempat untuk mengakhiri pertandingan ini.
Federer yang sudah meraih 39 gelar selama karirnya dan delapan Grand Slam, menjadi petenis keenam yang empat kali berturut-turut menjuarai Wimbledon.
Federer menuntaskan 2006 dengan 12 kali juara level tour.

Baca juga: Serena 37 tahun terinspirasi Tiger Woods 43 tahun

Final 2007 Final, Federer kembali menang, 7-6(7) 4-6 7-6(3), 2-6 6-2

Nadal kembali mengalahkan Federer pada French Open yang tiga kali berturut-turut juara di Roland Garros. Pada final Wimbledon kedua mereka, Nadal menjadi lawang paling tangguh untuk Federer.
Nadal yang tujuh kali bermain terus-terusan akibat hujan deras yang mengganggu jadwal turnamen, memamerkan kekuatan mental dan fisik yang mengagumkan dengan memaksa sang juara bertahan empat tahun berturut-turut bermain dalam lima set.
Federer yang melepaskan 65 pukulan winner termasuk 24 ace dan sebuah backhand penentu kemenangan, menyamai rekor Bjorn Borg lima kali juara Wimbledon. Sebaliknya Nadal gagal menjadi pertama pertama setelah Borg pada 1980 yang menjuarai Frenc Open dan Wimbledon dalam tahun yang sama.

Baca juga: Serena dan Coco sama-sama terinspirasi wanita ini

Final 2008 Final, Nadal akhirnya menang 6-4 6-4 6-7(5) 6-7(8) 9-7
Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut kedua petenis bertemu pada final Wimbledon. Sang juara bertahan Wimbledon melawan juara bertahan French Open. Keduanya jago baik di lapangan hijau maupun tanah liat.
Nanal memenangkan dua set pertama, tapi kehilangan dua set berikutnya, dan menyudahi perlawanan Federer dalam pertandingan yang epik yang beberapa kali diganggu hujan
Hujan turun lagi untuk menghentikan sementara pertandingan ketika kedudukan 2-2 pada set kelima. Setelah ditangguhkan selama 30 menit laga dilanjutkan. Saat hari mulai gelap, Nadal akhirnya mengonversi peluangnya pada break point keempat untuk memimpin 8-7 setelah forehand Federer melebar.
Nadal akhirnya menang setelah melewati waktu bertanding 4 jam 48 menut. Saat itu pertandingan ini disebut laga paling lama dalam sejarah Wimbledon sejak 1877.
Pertarungan memperebutkan peringkat satu dunia akhirnya menghasilkan pertandingan tenis terbaik yang pernah ada.
Setelah itu setiap kali mereka bertarung dalam turnamen ini, pertemuan mereka selalu disebut sebagai pertandingan terbesar.

Baca juga: Ajang final jadi pertemuan kesebelas Serena dan Halep

Pewarta: Jafar M Sidik

Editor : I Komang Suparta


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019