Jakarta (Antaranews Bali) - Presiden Joko Widodo blusukan di pinggir sawah untuk memeriksa pengerjaan saluran irigasi yang berada di Kelurahan Mappadaelo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, di sela kegiatan kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Selatan.
   
Mengenakan kemeja panjang putih dan sepatu kets merah, Presiden Jokowi pada Selasa, meninjau pengerjaan saluran sepanjang 300 meter untuk peningkatan tata guna air irigasi yang merupakan program padat karya tunai Kementerian PU dan Perumahan Rakyat senilai Rp225 juta tersebut.
   
"Ini adalah bagian dari program percepatan untuk tata guna air sehingga kita harapkan nanti di 2018 ini ada kurang lebih 5 ribu titik yang berjalan di 2.881 desa," kata Presiden Jokowi.
   
Saluran irigasi tersebut masuk ke dalam daerah irigasi Bendungan Bila (Kabupaten Sidrap) yang mencakup lahan seluas 6.517 hektare dan daerah irigasi Bendungan Kalola, Kabupaten Wajo, dengan luas lahan 3.230 hektare.
   
Pembangunan saluran tersebut diharapkan dapat menyalurkan air dari bendungan untuk membantu mengairi sawah milik masyarakat yang terhampar luas dan produktif.
   
"Saya lihat di sini memang untuk produksi padinya sangat bagus, hamparan sawahnya juga sangat luas," demikian Presiden dalam keterangan dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin diterima di Jakarta.
   
Pemerintah juga akan membangun tanggul di Danau Tempe yang terletak di bagian Barat Kabupaten Wajo pada 2019.
   
Pembangunan tanggul itu diharapkan dapat mengairi sawah masyarakat seluas kurang lebih 18.000 hektare.

"Tahun depan akan dimulai lagi untuk membuat tanggul di Danau Tempe. Airnya dipompa ke atas dan disalurkan lagi sebagai air untuk mengairi kurang lebih 18.000 hektare. Kita harapkan yang sebelumnya panen sekali bisa jadi dua kali, yang dua kali jadi tiga kali. Arahnya ke sana sehingga betul-betul air itu menjadi produktif," jelas Presiden.
   
Program padat karya tunai di Kabupaten Wajo itu menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 60 orang dengan waktu pelaksanaan 60 hari. 
Tenaga kerja yang diserap dalam proyek tersebut diberikan upah sebesar Rp80 ribu per hari untuk pekerja dan Rp120 ribu per hari untuk tukang.
   
Pada peninjauan kali itu, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Pj Gubernur Sulawesi Selatan Sumarsono turut mendampingi Presiden.
   
Pada hari kedua kunjungan kerjanya di Sulawesi Selatan, Presiden juga akan meninjau proyek pembangunan Bendungan Paselloreng di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan yang dibangun sejak pertengahan 2015 dan akan mengairi lahan irigasi seluas 7.000 hektare. (WDY)

Pewarta: Bayu Prasetyo

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018