Kuta (Antaranews Bali) – Pengusaha kerajinan sandal jepit bermotif khas Bali di kawasan Kuta, Badung, Bali, mengaku hasil kerajinannya tersebut sangat digemari para wisatawan mancanegara
     “Sandal yang dikirim ke berbagai daerah di Bali biasanya yang beli turis-turis luar negeri. Biasanya mereka tertarik karena model dan motifnya yang unik” ujar Robiah Yasir, seorang perajin sandal bermotif di kawasan Jalan Pelita, Kuta, Rabu.
     Ia mengatakan, biasanya wisatawan mancanegara tersebut membeli sandal produksinya di sejumlah tempat wisata seperti di kawasan Kuta, Sukawati dan Ubud dan juga di sejumlah toko pusat oleh-oleh.
     “Kalau di toko oleh-oleh kebanyakan yang beli warga lokal. Tapi selain dijual di Bali, sandal jepit yang kami produksi juga dikirim  ke sejumlah daerah lain di Indonesia seperti Jawa Barat” katanya.
     Sandal jepit yang diproduksi di kawasan itu biasanya yang dihias dengan sejumlah motif tersusun dari manik-manik dan hiasan berbagai warna dan motif bunga.
     Dalam sehari, Robiah yang dibantu sekitar 30 orang pekerjanya mampu menyelesaikan pembuatan sekitar 100 pasang sandal yang telah dihias dan dirangkai dengan sejumlah motif manik-manik yang dijahit dengan senar.
     “Bahan-bahan hiasannya ini saya beli di Denpasar. Kami tinggal merangkai sesuai motif dan warna yang diinginkan. Untuk pekerja mendapat upah Rp1.000 per pasang sandal yang dihias” katanya.
     Perajin yang sudah 10 tahun berkecimpung dalam usaha sandal jepit itu mengaku menjual sandal jepit khas Bali itu dengan harga sekitar Rp 9 ribu hingga Rp11 ribu per pasang, tergantung motif dan ukuran sandal.
     “Penjualannya ini lumayan, dalam seminggu permintaan dari konsumen bisa mencapai 1.000 pasang sandal,” katanya.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018