New York (Antaranews Bali) - Kurs dolar AS melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor menunggu kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres yang diharapkan akan memberi isyarat mengenai langkah pengetatan moneter AS di masa depan.
Powell akan mempresentasikan kesaksian Kongres pertamanya pada Selasa pagi waktu setempat, yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai langkah pengetatan moneter AS di masa depan.
Spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali hingga akhir tahun ini telah memperkuat greenback dalam beberapa minggu terakhir.
Menurut laporan kebijakan moneter setengah tahunan The Fed yang dirilis pada Jumat (23/2), para pembuat kebijakan menegaskan kembali posisi mereka dalam menaikkan suku bunga secara bertahap.
"The Fed mengharapkan bahwa, dengan penyesuaian bertahap lebih lanjut dalam sikap kebijakan moneter, aktivitas ekonomi akan berkembang pada tingkat moderat dan kondisi pasar tenaga kerja akan tetap kuat," kata laporan tersebut.
Inflasi pada basis 12 bulan diperkirakan akan meningkat tahun ini dan menjadi stabil di sekitar target Komite 2,0 persen selama beberapa tahun ke depan, tambahnya.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,02 persen menjadi 89,857 pada akhir perdagangan, demikian Xinhua. (WDY)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018
Powell akan mempresentasikan kesaksian Kongres pertamanya pada Selasa pagi waktu setempat, yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai langkah pengetatan moneter AS di masa depan.
Spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali hingga akhir tahun ini telah memperkuat greenback dalam beberapa minggu terakhir.
Menurut laporan kebijakan moneter setengah tahunan The Fed yang dirilis pada Jumat (23/2), para pembuat kebijakan menegaskan kembali posisi mereka dalam menaikkan suku bunga secara bertahap.
"The Fed mengharapkan bahwa, dengan penyesuaian bertahap lebih lanjut dalam sikap kebijakan moneter, aktivitas ekonomi akan berkembang pada tingkat moderat dan kondisi pasar tenaga kerja akan tetap kuat," kata laporan tersebut.
Inflasi pada basis 12 bulan diperkirakan akan meningkat tahun ini dan menjadi stabil di sekitar target Komite 2,0 persen selama beberapa tahun ke depan, tambahnya.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,02 persen menjadi 89,857 pada akhir perdagangan, demikian Xinhua. (WDY)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018