Jakarta (Antara Bali) - Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat yang berada di dekat Gunung Agung yang sedang erupsi untuk mengungsi ke tempat aman.

"Bagi mereka di radius 8 sampai 10 kilometer betul-betul mengungsi demi keselamatan," kata Presiden usai menghadiri Kompas 100 CEO di Hotel Rafles, Jakarta, Rabu.

Presiden juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti koordinasi dari pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Presiden, Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama TNI, Polri dan kementerian terkait akan memberi dukungan kepada Pemprov Bali untuk menangani pengungsi erupsi Gunung Agung.

"Semua harus di-'backup'. Saya minta jangan sampai ada korban karena terkena letusan," ujar Jokowi.

Kementerian Perhubungan juga diminta Presiden untuk terus memperhatikan lalu lintas penerbangan demi keselamatan.

Abu vulkanik dari letusan Gunung Agung berbahaya bagi penerbangan yang melintasi langit di daerah terdampak, jelas Presiden.

Selain itu, Kepala Negara meminta agar wisatawan yang terhambat akibat ditutupnya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dilayani dengan baik.

"Saya minta Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata, Gubernur Bali dan Bupati di Bali untuk menangani ini juga. Saya terus memonitor perkembangan yang ada di Bali," tegas Presiden.

Gunung Agung memiliki ketinggian 3.031 mdpl yang terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Kementerian ESDM meningkatkan status gunung itu pada Senin (27/11) dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas).

PVMBG mencatat sejak Selasa (28/11) hingga Rabu pagi, secara visual gunung api mengeluarkan asap kawah berwarna kelabu tebal dengan tekanan sedang mencapai ketinggian sekitar 2.000-4.000 m di atas puncak yang mengarah condong ke barat-baratdaya.  (WDY)

Pewarta: Agus Salim

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017