New York (Antara Bali) - Nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat
(AS) di pasar domestik bursa New York pada Kamis (Jumat pagi WIB)
melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya karena investor
terus mempertahankan pandangan kecenderungan terus turunnya nilai mata
uang maupun indeks bursa saham (bearish).
Presiden AS Donald Trump mengatakan awal pekan ini bahwa bersedia membiarkan pemerintah ditutup tanpa alokasi anggaran untuk pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko, demikian laporan kantor berita Xinhua China.
Bearish adalah suatu kondisi di mana pasar uang dan saham sedang mengalami tren turun atau melemah. Xinhua mencatat bahwa penurunan tersebut biasanya dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat, bahkan turun dari tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat pengangguran bertambah, defisit neraca perdagangan.
Trump juga menyatakan keraguannya apakah AS dapat mencapai kesepakatan dengan Kanada dan Meksiko mengenai Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, (NAFTA).
Selain itu, ia menambahkan bahwa Pemerintah AS "mungkin" akan menghentikan perjanjian perdagangan.
Para analis mengatakan bahwa pernyataan Trump telah menekan pasar sehingga mendorong nilai dolar AS turun, dan pendapat di kalangan pasar bahwa Trump mungkin tidak dapat segera mendorong agenda pro-pertumbuhannya. (WDY)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017
Presiden AS Donald Trump mengatakan awal pekan ini bahwa bersedia membiarkan pemerintah ditutup tanpa alokasi anggaran untuk pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko, demikian laporan kantor berita Xinhua China.
Bearish adalah suatu kondisi di mana pasar uang dan saham sedang mengalami tren turun atau melemah. Xinhua mencatat bahwa penurunan tersebut biasanya dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat, bahkan turun dari tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat pengangguran bertambah, defisit neraca perdagangan.
Trump juga menyatakan keraguannya apakah AS dapat mencapai kesepakatan dengan Kanada dan Meksiko mengenai Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, (NAFTA).
Selain itu, ia menambahkan bahwa Pemerintah AS "mungkin" akan menghentikan perjanjian perdagangan.
Para analis mengatakan bahwa pernyataan Trump telah menekan pasar sehingga mendorong nilai dolar AS turun, dan pendapat di kalangan pasar bahwa Trump mungkin tidak dapat segera mendorong agenda pro-pertumbuhannya. (WDY)
Editor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017