Denpasar (Antara Bali) - Program "Heritage City Tour Denpasar" atau Denpasar sebagai Kota Pusaka mampu meningkatkan kunjungan wisatawan Nusantara dan asing sejak program itu diluncurkan pada 29 Maret 2015.

Kepala Seksi Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Bali Gusti Agung Komang Widnyana, di Denpasar, Selasa, menyebutkan data wisatawan yang tercatat pada tahun 2016 sebanyak 38.347 orang yakni 16.902 wisatawan mancanegara dan 21.445 wisatawan Nusantara.

"Paket `Heritage City Tour Denpasar` yang dipromosikan meliputi Pura Agung Jagatnatha, Museum Bali, Pasar Seni Kumbasari, kawasan Jalan Gajah Mada, Jero Kuta, dan Hotel Inna Bali," katanya.

Selain dimanfaatkan untuk tempat berwisata, salah satu objek wisata kota seperti Museum Bali juga banyak diminati untuk melakukan foto sebelum pernikahan (pra-wedding).

"Semua lokasi yang masuk dalam program `Heritage City Tour Denpasar` menyuguhkan nuansa sangat kental dengan budaya Bali. Di tempat tersebut juga sangat indah dengan dikelilingi tanaman hingga membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama di lokasi itu," ujarnya.

Untuk meningkatkan kunjungan pada sejumlah objek wisata dalam paket tersebut, Dinas Pariwisata berencana menyiapkan angkutan tradisional yang akan mengelilingi kawasan "Heritage City Tour" sebanyak 40 kali.

"Angkutan tradisional ini akan berkeliling setiap hari Sabtu dan Minggu. Jadi wisatawan bisa memanfaatkan angkutan tersebut untuk menikmati wisata kota," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho menyebutkan delapan negara yang warga masyarakatnya semakin tertarik berliburan ke Bali meliputi Australia yang berada urutan teratas meningkat 18,23 persen dari 966.869 orang pada tahun 2015 menjadi 1,14 juta orang tahun 2016.

Berikutnya, negara Tiongkok yang berada di peringkat kedua melonjak 43,91 persen dari 688.469 orang menjadi 990.771 orang, Jepang naik 2,99 persen dari 228.185 orang menjadi 235.009 orang dan Inggris naik 32,15 persen dari 167.628 orang menjadi 221.521 orang.

Wisatawan India naik 57,04 persen dari 119.304 orang menjadi 187.351 orang, Amerika Serikat naik 27,43 persen dari 133.763 orang menjadi 170.457 orang, Prancis naik 25,74 persen dari 131.451 orang menjadi 165.291 orang dan Jerman bertambah 27,90 persen dari 120.347 orang menjadi 153.925 orang. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Komang Suparta

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017