Denpasar (Antara Bali) - Ayu Weda, penyanyi sekaligus penulis asal Bali segera meluncurkan album "Sudah Merenungkah Kau, Tuan?", untuk menyikapi kegelisahannya terhadap kondisi dan situasi dalam negeri.

"Lewat album ini merupakan niat saya untuk berstatemen, sebagai wujud kepedulian dan kekhawatiran saya terhadap situasi negeri ini," kata penyanyi bernama lengkap I Gusti Ayu Made Wedayanti, di Denpasar, Kamis (27/7) malam.

Album "Sudah Merenungkah Kau, Tuan?" itu berisikan sepuluh lagu karya musisi Sawung Jabo yang bertemakan kepedulian sosial, politik dan refleksi diri serta bertema anak-anak.

Sepuluh lagu ini dipilih sendiri oleh Ayu Weda yang juga merupakan penyanyi rock era 1980-an hingga 1990-an itu, selanjutnya dinyanyikannya sekaligus ungkapan kepedulian dan seruan kesadaran akan keadaan negeri ini.

"Seperti pilihan lagu Hella Hella Hella dan lagu Bocah Pelangi adalah sebagai wujud keprihatinan saya atas nasib anak-anak jalanan yang menjadi pengemis, sempit ruang bermain dan miskin daya imajinasi pada anak akibat perkembangan teknologi terutama penggunaan gawai yang berlebihan," ujar Ayu yang juga penulis buku Badriyah itu pula.

Sedangkan pada lagu "Sudah Merenungkah Kau, Tuan?" dan "Kesaksian Jalanan" menunjukkan kegelisahan akan penyelewengan kekuasaan yang dilakukan para elite politik negeri. Enam lagu lainnya merupakan wujud kontemplasi diri.

Musisi Sawung Jabo mengatakan bahwa Ayu Weda memilih sendiri lagu-lagu yang dinyanyikannya itu. "Itu pilihan bebas, hak dia untuk pilih yang cocok sesuai dengan aktivitasnya sebagai seniman dan pengamat budaya," ujar pentolan grup musik Sirkus Barock ini.

Namun yang paling penting menurut Jabo, dalam album tersebut Ayu tidak sedang bernyanyi, tetapi menyampaikan pernyataan sosial. "Saya berharap album ini bermanfaat untuk masyarakat luas," katanya lagi.

Musisi Bens Leo mengatakan dengan kolaborasi Ayu Weda dan Sawung Jabo ini setidaknya cukup menyelamatkan keberadaan musik balada. Sejumlah musisi sebelumnya terkenal dengan musik baladanya seperti Ebiet G Ade dan Iwan Fals.

"Saya sangat berharap musik balada akan kembali bangkit dibawakan oleh Ayu Weda ini. Bukan tidak mungkin dari Bali kita bisa kembali menggerakkan keberadaan musik bertutur," ujarnya.

Bens Leo tidak memungkiri bahwa musik balada yang utuh seharusnya penyanyi membawakan lagunya sendiri. Namun dengan dipilih sendiri lagu-lagu karya Jabo oleh Ayu Weda juga hal yang bagus sebagai wujud penghargaan terhadap karya seni orang lain dan memiliki intuisi yang kuat.

"Saya yakin, setelah ini Weda akan menulis sendiri lagu-lagunya, sehingga dapat menghadirkan musik balada yang utuh," kata Bens Leo.

Peluncuran album Ayu Weda digelar Jumat ini di Bentara Budaya Bali yang dihadirkan dalam bentuk pertunjukan, menarasikan pesan-pesan dari berbagai syair lagu yang ada dalam album dalam bentuk musik, deklatari, dan monolog.

Sebagai penampil adalah Ayu Weda, Sawung Jabo-Sirkus Barock, Ayu Laksmi, Cok Sawitri, dan Dewa Ayu Eka Putri dalam gerakan lingkaran ACP (Aku Cinta Padamu).

Tampil pula sebagai pengisi acara Eny Darmayani, Sandrayati Fay, dan Trio Flowers. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017