Singaraja (Antara Bali) - Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Buleleng mencatat, hingga kini warga di wilayah itu yang terinfeksi HIV/AIDS sudah mencapai 1.070 orang.
Ketua KPAD Buleleng Made Arga Pynatih pada sosialsisasi penanggulangan HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi remaja di Universitas Panji Sakti Singaraja, Selasa menjelaskan, kasus ini memprihatikan karena ternyata 30 persen korbannya adalah pelajar dan 15 persen merupakan ibu rumah tangga.
Pynatih yang juga Wakil Bupati Buleleng itu mengungkapkan bahwa untuk menanggulangi penyebaran virus mematikan itu tidak mudah karena 80 persen proses penularannya diakibatkan oleh hubungan seks.
"Salah satu cara ampuh untuk menanggulangi virus mematikan ini adalah dengan komitmen diri yang kuat untuk setia terhadap pasangan dan selalu mengunakan alat pengaman kondom dalam melakukan hubungan seks yang beresiko," katanya.
Selaku wakil bupati dia juga mengingatkan bahwa HIV/AIDS telah mengakibatkan delapan kepala keluarga di Kabupaten Buleleng putus garis keturunannya. Hal itu terjadi karena virus tersebut dibawa oleh salah satu anggota keluarga yang menular kepada anggota keluarga lainnya.
Sosialisasi mengenai bahaya penyakit yang mematikan itu digelar Universitas Panji Sakti Singaraja bekerja sama dengan KPAD Buleleng itu juga melibatkan para mahasiswa.
Kegiatan dengan tema "Melalui Hari Kartini Kita Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan Dalam Peran Serta Penanggulangan HIV/AIDS dan Kesehatan Reproduksi Remaja" itu dilaksanakan sebagai bentuk simpati dan prihatin terhadap hilangnya jiwa orang terdekat, kerabat atau bahkan keluarga terkasih karena ganasnya virus HIV/AIDS.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011
Ketua KPAD Buleleng Made Arga Pynatih pada sosialsisasi penanggulangan HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi remaja di Universitas Panji Sakti Singaraja, Selasa menjelaskan, kasus ini memprihatikan karena ternyata 30 persen korbannya adalah pelajar dan 15 persen merupakan ibu rumah tangga.
Pynatih yang juga Wakil Bupati Buleleng itu mengungkapkan bahwa untuk menanggulangi penyebaran virus mematikan itu tidak mudah karena 80 persen proses penularannya diakibatkan oleh hubungan seks.
"Salah satu cara ampuh untuk menanggulangi virus mematikan ini adalah dengan komitmen diri yang kuat untuk setia terhadap pasangan dan selalu mengunakan alat pengaman kondom dalam melakukan hubungan seks yang beresiko," katanya.
Selaku wakil bupati dia juga mengingatkan bahwa HIV/AIDS telah mengakibatkan delapan kepala keluarga di Kabupaten Buleleng putus garis keturunannya. Hal itu terjadi karena virus tersebut dibawa oleh salah satu anggota keluarga yang menular kepada anggota keluarga lainnya.
Sosialisasi mengenai bahaya penyakit yang mematikan itu digelar Universitas Panji Sakti Singaraja bekerja sama dengan KPAD Buleleng itu juga melibatkan para mahasiswa.
Kegiatan dengan tema "Melalui Hari Kartini Kita Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan Dalam Peran Serta Penanggulangan HIV/AIDS dan Kesehatan Reproduksi Remaja" itu dilaksanakan sebagai bentuk simpati dan prihatin terhadap hilangnya jiwa orang terdekat, kerabat atau bahkan keluarga terkasih karena ganasnya virus HIV/AIDS.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011