Denpasar (Antara Bali) - I Nyoman Suparta (44), oknum guru SMA, Senin menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar terkait kasus pemalsuan dokumen surat-surat tanah seluas 23,5 hektare di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

"Berdasar bukti dan keterangan para saksi, terdakwa diketahui telah memalsukan surat-surat sebidang tanah di Desa Ungasan seluas 23,5 hektare," ujar Jaksa AA Satya saat membacakan surat dakwaannya di PN Denpasar, Senin.

Atas perbuatannya itu, jaksa menjerat guru SMA I Kuta itu dengan pasal berlapis yakni pasal 263, 264 dan 266 KUHP.

Terdakwa yang sempat ditahan di Lembaga Pemsyarakatan Kerobokan dan kini menjadi tahanan kota, dihadirkan jaksa dalam sidang yang yang dipimpin ketua majelis hakim John Piter.

Jaksa lalu mengurai perbuatan terdakwa yang telah menggunakan surat-surat palsu dengan tujuan memiliki tanah aset negara di Ungasan.

Padahal sesuai yang tercatat sebagai pemegang hak adalah Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi Bali.

Setelah mendengarkan dakwaan, ketua majelis hakim kemudian memberikan kesempatan kepada terdakwa guna menyampaikan eksepsi, yang sedianya akan digelar minggu depan

Kasus yang menggiring terdakwa berawal dari pengaduan Kosasih SH, selaku kuasa hukum dari Direktur PT Margasrikaton Dwi Pratama Edy Sukaton Saputra, yang adalah pemenang lelang atas sebidang tanah di Desa Ungasan seluas 23,5 hektare.         

Hanya saja, tanah tersebut tidak bisa dimanfaatkan karena digugat oleh Tama dkk, yang gugatannya dimenangkan Mahkamah Agung (MA) lewat Peninjauan Kembali.

Namun belakangan diketahui, jika penggugat yang telah memenangkan gugatan itu diduga menggunakan surat-surat palsu dengan tujuan agar bisa memiliki tanah aset negara cq Hak Pakai No.9 Desa Ungasan

Kasus pemalsuan surat yang menyeret terdakwa Suparta ke PN Denpasar sebelumnya ditangani tim penyidik Mabes Polri, bukan oleh Polda Bali.

Awalnya, kasus tersebut merupakan tindak perdata, namun belakangan melebar masuk ke ranah pidana. (*)

Editor: Masuki
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar