Singaraja (Antara Bali) - Aksi mogok kerja di Rumah Sakit  Paramasidhi Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis berlanjut dengan pengunduran diri empat orang karyawan pada instansi pelayanan kesehatan itu.

Keempat karyawan yang mengundurkan diri itu masing-masing Dian Retno, Komang Widia dan Komang Sumarthayasa, ketiganya pegawai di bagian personalia, serta Dina Natalia petugas pada Instalasi Rawat Darurat (IRD) RS Paramasidhi.

Beberapa petugas di bagian marketing pada RS tersebut mengungkapkan hal itu kepada ANTARA di Singaraja, menyusul adanya aksi mogok kerja di lahan usaha kesehatan milik swasta tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RS Paramasidhi Singaraja Komang Katrini membantah adanya pengunduran diri dari empat tenaga medis serta nonmedis di jajarannya itu.

Katrini mengatakan, permasalah terkait dengan aksi mogok kerja yang sempat dilakukan pegawai itu, sudah berakhir dengan perdamaian dan sejumlah karyawan telah melaksanakan tugas seperti biasa.

Dari pantauan ANTARA di rumah sakit tersebut, sejumlah ruangan tidak jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya saat sekitar puluhan tenaga medis maupun nonmedis melakukan aksi mogok kerja, Rabu (15/9) lalu.

Terkait pengunduran diri para karyawan, beberapa petugas mengungkapkan masih ada sekitar 13 orang lagi yang akan mengundurkan diri, dan saat ini sudah membuat surat pernyataan serta menunggu pembayaran gaji dari pihak menejemen RS Paramasidhi.

Dikonfirmasi terkait dengan alasan pengunduran diri tersebut, beberapa karyawan mengaku kesulitan, khususnya guna mengembangkan diri dalam karir mereka di RS Paramasidhi.

"Selama pihak manejemen tidak mau membenahi sistem yang saat ini digunakan, saya yakin kondisi ini akan terus terulang karena sudah banyak yang mengundurkan diri sebelum aksi mogok kerja mereka lakukan," ujar salah seorang karyawan.

Katrini selaku pimpinan RS Paramasidhi ketika diminta keterangan terkait kondisi tersebut, mengaku enggan berkomentar lebih banyak. Ia hanya menyebutkan bahwa pendapat miring tentang RS Paramasidhi merupakan isu yang sengaja dihembuskan pihak kompetitor.

Yang jelas, lanjut Katrini, tidak ada lagi yang mogok kerja dan semua permasalahan sudah bisa terselesaikan, serta sudah ada permintaan maaf dari sejumlah karyawan yang sempat melakukan aksi mogok kerja.

Sebelumnya, sejumlah tenaga medis dan nonmedis di RS Paramasidhi melakukan aksi mogok kerja dengan tuntutan tunjangan hari raya yang sempat dijanjikan, namun tidak dipenuhi pihak menejemen.

"Tidak ada soal THR itu dan sudah tidak ada aksi mogok kerja, karena semua permasalah sudah bisa diselesaikan dengan damai serta tidak ada yang mengundurkan diri," kata Katrini menjelaskan. (*)

Editor: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar