Semarapura (Antara Bali) - Sebanyak 1.160 orang sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti upacara "Nyapu Leger" atau ritual pembersihan anak yang lahir pada hari "tumpek wayang" secara massal di Kabupaten Klungkung, Bali.

"Perserta yang mendaftar ke Kantor PHDI Klungkung bukan hanya dari Bali, tapi ada juga dari Jakarta, Surabaya dan Lombok," kata panitia seksi upacara Jero Mangku Sunarta kepada ANTARA di Semarapura, Senin.

Ia mengakui bahwa antusiasme peserta yang sangat banyak membuat panitia sempat kewalahan menerima pendaftaran dan hal itu diakui di luar dugaaan.

Menurut dia, sebagai tahapan awal prosesi upacara pada 4 September akan dilaksanakan upacara melukat (pembersihan diri) massal yang menggunakan air dari 25 sumber air di Bali.

"Selain 25 mata air itu, para peserta nanti diwajibkan untuk membawa satu ember air dari mata air suci, dan saat ini salah satu peserta sudah ada yang membawa air suci dari sungai gangga, India," ucapnya.

Ia mengaku banyak yang menyarankan agar pendaftaran tidak ditutup dulu, namun hal itu tidak bisa dilakukan karena peserta sudah sangat banyak.

Ketua panitia upacara "Nyapu Leger" I Ketut Ardana mengakui membludaknya para peserta ini diduga karena biaya untuk mengelar upacara ini kalau dilakukan sendiri cukup tinggi.

"Sementara jika dilakukan dengan bersama sama secara masal maka biayanya akan bisa ditekan. Kalau dilakukan sendiri bisa Rp15 juta sekali gelar, kalau bersama-sama per orang hanya dikenai biaya Rp200 ribu," ujarnya.

Ia menambahkan, pada saat Nyapu Leger pada November nanti, upacara ini akan dipuput oleh seorang sulinggih yang juga berprofesi sebagai dalang yakni Sire Empu Dharma Komala dari Gria Galiran, Klungkung.

"Saat puncak upacara selain dilukat (dibersihkan) dengan air suci (tirta) dalang juga akan digelar tarian wayang selaku pemuput.  Upacara sendiri akan dilakukan di Catua Pata (Pempatan Agung) Klungkung di Jalan Gajah Mada," ucapnya.

Sementara itu air suci dari berbagai mata air di Bali sudah siap. Saat sudah ada tiga mobil pick up air suci dari berbagai mata air di Bali," katanya.(*)

Editor: Masuki
COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar