Rabu, 20 September 2017

Tujuh Pematung Tunjukkan Kemampuan di Nusa Dua Fiesta

| 6.665 Views
id nusa dua fiesta, pematung di bali, seniman bali, festival budaya, festival seni, kreasi seniman bali
Tujuh Pematung Tunjukkan Kemampuan di Nusa Dua Fiesta
Pematung Putu Candra melakukan atraksi mengukir sebuah patung di ajang Nusa Dua Fiesta Ke-16. (Foto ANTARA/Komang Suparta/I020/2013)
Atraksi pembuatan patung menjadi daya tarik bagi pengunjung Nusa Dua Fiesta
Nusa Dua (Antara Bali) - Sebanyak tujuh seniman patung asal Singapadu, Kabupaten Gianyar, Bali menunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan karya seni di hadapan wisatawan mancanegara dan nusantara di ajang "Nusa Dua Fiesta" (NDF) Ke-16.

Pemantung gaek yang sengaja didatangkan untuk menampilkan karya seni memahat di depan pengunjung tersebut, nampak dengan lincah memainkan alat pahatnya untuk membuat karya seni bertema "Penari panyembrahma" yakni sebuah tarian Bali untuk menyambut kedatangan para tamu kehormatan.

"Pengerjaan patung tersebut sengaja dibuat sejak awal kegiatan, sebagai daya tarik bagi pengunjung di sini, sedangkan proses sampai selesai kita pastikan selama NDF hingga berakhir pada Selasa (19/11), patung inipun akan selesai," ujar seorang pematung Putu Candra.

Candra menuturkan sebagai pematung batu padas tersebut sudah ditekuni sejak berumur sembilan tahun, ketika itu dirinya duduk di bangku SD.

"Saya sejak kecil sudah biasa membuat patung, karena saya diajarkan oleh orang tua yang juga seniman patung batu padas. Hitung-hitung bergelut sebagai pematung lebih kurang 18 tahun," kata Candra sembari melakukan pahatan di batu padas sebagai media menuangkan imajinasinya.

Ia mengatakan dirinya sudah dua kali diberi ruang kesempatan untuk menampilkan kebolehan mematung di depan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke NDF.

Bakat alami sang pematung, benar-benar mendapat apresiasi dari setiap orang. Enam balok berukuran besar disiapkan untuk dijadikan patung. Bahan campuran semen dan batu padas, setinggi 1,5 meter dan berdiameter 50 centimeter tersebut secara bertahap dipahat.

"Saya yakin patung ini selama lima hari hingga acara penutupan NDF pasti selesai. Biasanya tingkat kesulitan ada pada finising, karena ada guratan-guratan seni yang harus persis dengan manusia itu sendiri, seperti bentuk rambut," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Made Tika dan Ketut Nitayasa, aktraksi memahat ini memberi motivasi tersendiri bagi dirinya.

"Kami berharap perhatian dan kesempatan untuk tampil di setiap ajang promosi, sehingga seni memahat ini bisa bertahan dan lestari," ucap Made Tika. (WRA) 

Editor: I Gede Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Baca Juga