Berita Terkait
Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali menggratiskan biaya operasi penderita hidrosefalus dan penyakit kelainan bawaan lahir pada bayi dengan menggunakan dana program Jaminan Kesehatan Bali Mandara.

"Mulai 15 April 2013, ada penambahan jaminan untuk menanggung keseluruhan biaya operasi, perawatan, sampai benar-benar sembuh bagi penderita hidrosefalus, bayi tanpa anus, bayi tanpa saluran kencing, dan kecelakaan tunggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya di Denpasar, Senin.

Menurut dia, seringkali penderita kelainan bawaan pada bayi terjadi pada keluarga kurang mampu sehingga kondisi tersebut sangat berbahaya bagi penderita. Ia mencontohkan untuk operasi penderita hidrosefalus dibutuhkan biaya kisaran Rp30-50 juta.

"Hidrosefalus jika tidak ditangani dengan kondisi kepala makin membesar akan mengakibatkan penekanan pada otak. Hal itu bisa menyebabkan gangguan otak bahkan berakibat kematian," ujarnya.

Penderita hidrosefalus supaya ditanggung melalui JKBM, jelas dia, harus melalui rujukan dulu dari puskesmas. "Harus demikian karena puskesmas mempunyai kewajiban untuk menindaklanjuti pasien pascaoperasi, memberikan bimbingan, pembinaan, hingga promosi kesehatan bagi keluarga pasien," katanya.

Rujukan berjenjang, ucap Suarjaya, harus dilakukan untuk memperbaiki sistem dan mencegah penumpukan pasien di rumah sakit. Terkait tambahan layanan tersebut, sudah dibuat pula surat edaran gubernur kepada semua kabupaten/kota. (LHS)

Editor: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar