Bangli (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali berjanji akan memfasilitasi keberlanjutan pengobatan seniman Wayan Tarma atau yang dikenal dengan panggilan "Dolar" ke RSUP Sanglah, Denpasar.

"Pertama dan paling mendesak memang membantu yang bersangkutan untuk mendapat pengobatan lebih lanjut di RSUP Sanglah karena ia terkena serangan stroke sejak tujuh bulan lalu dan mengalami kesulitan bicara," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ketut Suastika saat mengunjungi Dolar di Bangli, Rabu.

Suastika bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya menyampaikan keprihatinan atas kondisi Wayan Tarma. Apalagi Tarma merupakan salah satu seniman berbakat kebanggaan Bali.

Tarma selama ini dalam keadaan sakit hanya mengandalkan fasilitas Jaminan Kesehatan Bali Mandara untuk berobat dan belum mendapat rujukan ke RSUP Sanglah.

Pemprov Bali, jelas dia, juga akan menindaklanjuti pemberian Anugerah Penghargaan Darma Kesuma. Menurut dia, Tarma yang telah 38 tahun mengabdikan hidupnya untuk kesenian memenuhi syarat untuk dianugerahi penghargaan tersebut.

"Dari persyaratan, kami nilai layak dan segera kami tindaklanjuti. Kami juga akan berkoordinasi dengan Biro Keuangan agar ia bisa mendapat dana bantuan sosial," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Pemprov Bali juga menyerahkan bantuan berupa santunan dan paket bahan pokok. Pihaknya berharap uluran tangan ini dapat meringankan beban Wayan Tarma beserta keluarganya.

Kehadiran Kadisbud dan Kadiskes beserta rombongan diterima oleh I Nengah Suryadi yang merupakan putra pertama dari Wayan Tarma.

Mewakili bapaknya yang kesulitan bicara karena kena serangan stroke, Suryadi juga sempat menceritakan kondisi seniman yang namanya sempat meroket bersama Sekaa Drama Gong Sancaya Dwipa tersebut. (LHS/T007)

Editor: Masuki
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar