Beberapa petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengarahkan sebuah kendaraan ke jalur khusus pertamax saat peresmian jalur yang juga disebut layanan "Red Carpet" di salah satu SPBU di Denpasar. FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana/2012.
Berita Terkait
Denpasar (Antara Bali) - Pertamina menargetkan terjadi peningkatan penjualan pertamax di Bali hingga 40 persen, seiring pemberlakuan kebijakan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi bagi kendaraan dinas milik pemerintah mulai 1 Agustus 2012.
Sales Area Manager Fuel Retail Marketing Region V Pertamina Bali-NTB, Iin Febrian, di Denpasar, Jumat, menyampaikan rata-rata konsumsi pertamax per hari di Pulau Dewata sekitar 10 sampai 15 kiloliter, atau konsumsi sebulan dalam kondisi normal 540 kiloliter
"Kami menargetkan peningkatan konsumsi pertamax 40 persen dari penjualan terakhir saat ini. Bila memungkinkan, penjualan pertamax di Bali bisa mencapai 1.020 kiloliter per bulan," ucap IIn.
Pertamina area pemasaran Bali sendiri dalam menghadapi pemberlakuan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi bagi kendaraan dinas pemerintah, kata dia, sudah menyiapkan stok pertamax sebanyak 835 kiloliter atau sudah diperhitungkan cukup hingga 20 hari ke depan.
Ia menambahkan, ada 103 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar merata di seluruh Provinsi Bali yang telah menjual pertamax serta ditambah satu stasiun pengisian bahan bakar khusus (SPBBK).(LHS)
Editor: Masuki
COPYRIGHT © 2013
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com