Berita Terkait
Denpasar (Antara Bali) - Dua yayasan lintas agama yakni Yayasan Tri Hita Karana dan Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) bersatu membentuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menampung anak - anak dari latar belakang agama yang berbeda.
     
"Kami ajak anak - anak yang kelak menjadi generasi penerus bangsa untuk saling mengenal bahwa tujuan agama itu sama yakni berbuat kebaikan dan hidup rukun, damai, dan harmonis, sesuai dengan konsep hidup dan landasan pembangunan Bali, Tri Hita Karana," kata Ketua Yayasan Tri Hita Karana, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, pada pembukaan PAUD Rare Muctary di Denpasar, Selasa.
     
Dia mengatakan bahwa pendirian PAUD yang terletak di Jalan Pura Demak III Denpasar itu merupakan implementasi nyata guna mendidik anak -anak sejak usia dini untuk mengetahui bahwa Indonesia didirikan dengan landasan Pancasila.
     
Diharapkan anak - anak sejak usia dini ditanamkan nilai - nilai kerukunan antar umat beragama karena Indonesia merupakan negara majemuk dengan banyak suku, agama, dan ras. Selain sebagai upaya mendidik anak - anak, pembentukan PAUD itu juga dinilai sebagai salah satu cara membentuk kerukunan antara umat beragama yang sudah terjalin harmonis di Pulau Dewata.
     
Sementara Ketua Yayasan SPMAA Bali, Budi Nugroho mengatakan bahwa metode yang akan diajarkan yakni berbasis nasional dan edukasi cinta dan kasih antar sesama.
     
"Semoga ada kebersamaan di antara sesama pemeluk agama dan kami bisa menunjukkan bahwa dari PAUD itu akan terjalin kombinasi antar agama lain menajdi satu," katanya.
     
Selain itu pihaknya juga akan mengajarkan konsep ramah lingkungan sesuai dengan lokasinya yang berdampingan dengan alam terbuka. Saat ini sudah ada 24 anak - anak didik yang terdaftar, berasal dari latar belakang agama yang berbeda.(DWA/T007)

Editor: Masuki
COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar