Mangupura (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Dharma Santi dengan masyarakat di daerah terkaya di Bali itu sebagai rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1934, Jumat.
"Dharma shanti ini sangat penting dilaksanakan dalam upaya menjaga keutuhan agama, utamanya menjaga tata krama umat Hindu," kata Bupati Badung Anak Agung Gde Agung, saat memberikan sambutan dalam acara tersebut, di Puspem Badung, Mangupura.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat karena pelaksanaan Nyepi khususnya di Kabupaten Badung telah berjalan dengan tertib, aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Manusia yang hidup di dunia ini bertujuan untuk meraih keselamatan. Hal ini hanya dapat dicapai bilamana didasari oleh usaha dengan hati yang suci dan tulus ikhlas serta selalu memegang teguh ajaran agama. Agama merupakan sinar atau jalan menuju kehidupan yang sejahtera," ucapnya.
Oleh karena itu, melalui dharma santi ini Bupati juga mengajak warganya untuk mengintrospeksi diri (mulat sarira) dan mengamalkan ajaran agama.
Sementara itu, rohaniwan Ida Pedanda Gede Made Gunung sebagai narasumber dalam dharma santi itu menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara Agama Hindu khususnya Nyepi sesungguhnya mengandung berbagai konsep kedamaian.(LHS/T007)Editor: Masuki
COPYRIGHT © 2013
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com