Jumat, 22 September 2017

Indonesia Tuan Rumah Seminar Kesusastraan Asia Tenggara

| 537 Views
id sastra, Seminar Kesusastraan, Kesusastraan Asia Tenggara, sakat, Mastera
Indonesia Tuan Rumah Seminar Kesusastraan Asia Tenggara
Sejumlah siswa-siswi SMA 1 Tabanan menampilkan musikalisasi puisi saat Parade Sastra dalam rangkaian Bali Mandara Nawanatya 2017 di Taman Budaya Denpasar, Minggu (7/5). ANTARA FOTO/Wira Suryantala/wdy/17. (edm)
Jakarta (Antara Bali) - Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan seminar kesusastraan Asia Tenggara atau Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia Tenggara (SAKAT) yang diselenggarakan di Jakarta, 11 hingga 12 September 2017.

"Kami menyambut gembira kehadiran para ketua perutusan beserta anggota perutusan dari negara anggota Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera)," ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Dadang Sunendar, di Jakarta, Senin.

SAKAT diselenggarakan oleh negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand yang tergabung dalam Mastera. Majelis Kesusastraan ini dideklarasikan pada tahun 1995 di Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan tujuan untuk menduniakan sastra Indonesia atau Melayu. Keanggotaan Mastera diwakili oleh lembaga-lembaga kebahasaan di setiap negara. Mastera Indonesia direpresentasikan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud.

Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand, kata Dadang, memiliki banyak kesamaan dalam hal bahasa dan sastra. Namun karena masing-masing negara menjalani sejarah yang berbeda, maka negara tersebut juga memiliki keragaman yang tidak selalu sama antara yang satu dengan lainnya.

"Negara-negara tersebut sudah bekerja sama dalam mengembangkan kesusastraan di negeri serumpun, dan telah menumbuhkan pemahaman yang sama terhadap perkembangan dan pertumbuhan kesusastraan di negara masing-masing," kata Dadang.

Dengan demikian, tutur Dadang, pemahaman lintas budaya yang terjadi akan semakin kuat, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan keharmonisan di antara bangsa serumpun, khususnya bangsa-bangsa yang berada di kawasan Asia Tenggara. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga