Rabu, 20 September 2017

Pemkab Klungkung Menerima Penghargaan Transparansi dari UGM Yogyakarta

| 769 Views
id pengelolaan keuangan, keuangan daerah, penghargaan transparansi, akuntansi ugm, pemkab klungkung
Pemkab Klungkung Menerima Penghargaan Transparansi dari UGM Yogyakarta
Ilustrasi - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memaparkan evaluasi program di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali. (ANTARA FOTO/Tri Vivi Suryani/wdy/2016)(edm)
Semarapura (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali menerima penghargaan dalam transparansi pengelolaan keuangan daerah yang diberikan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Penghargaan peringkat ketiga setelah Kota Mataram (NTB) dan Kabupaten Badung (Bali) itu diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam Dies Natalis Ke-15 Program Magister Akutansi UGM di Yogyakarta, Kamis.

Dalam surat elektronik yang diterima Antara itu, Bupati Kungkung, yang menerima penghargaan tersebut menilai prestasi daerahnya itu tidak terlepas dari opini Wajar Tanpa Pengecualain (WTP) yang diraih dalam transparansi pengelolaan keuangan daerah.

Oleh karena itu, ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi dalam menjalankan sistem pengelolaan keuangan yang baik di masa mendatang, karena ketika WTP diraih, maka indeks prestasi akan meningkat.

"Semua itu bermuara pada tujuan akhir untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Suwirta.

Menurut Bupati Suwirta, prestasi maupun penghargaan yang selama ini diraih itu berkat jalinan kerja sama semua organisasi perangkat daerah (OPD) serta dukungan seluruh lapisan masyarakat dalam menciptakan transparansi pengelolaan keuangan daerah di Klungkung.

Dalam penyerahan penghargaan itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna, menyatakan Peluncuran Indeks Keuangan Daerah yang digelar bersamaan dengan penyerahan penghargaan tersebut sangat penting dan relevan, karena semua pihak berkeinginan untuk memiliki sistem pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Menurut Paripurna, pengelolaan keuangan merupakan amanah masyarakat di daerah masing-masing dan amanah negara. Untuk itu, dalam mewujudkan sistem pengelolaan yang baik ini diperlukan kehati-hatian dalam penggunaan alokasi dana.

"Kehati-hatian ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan amanah mencapai tujuan pemerintah daerah," ujarnya.

Ia Menilai kedatangan para kepala daerah ini merupakan cermin kesungguhan dan keterbukaan untuk diindeks atau diukur dalam sebuah sistem pengelolaan keuangan yang sehat dan transparan. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga