Jumat, 22 September 2017

Pabrik Kertas yang Dikeluhkan Warga Jembrana Diperiksa Petugas

| 585 Views
id protes limbah pabrik, dampak limbah pabrik, jembrana, sumur cemar, pencemaran sumur, pemkab jembrana
Pabrik Kertas yang Dikeluhkan Warga Jembrana Diperiksa Petugas
Petugas dari Satpol PP dan Dinas Kesehatan Jembrana, memeriksa pabrik kertas yang dikeluhkan warga Dusun Air Anakan, Desa Banyubiru, Rabu (6/9) (Antara Foto/Gembong Ismadi/2017)
Kami akan mediasi pihak pabrik dengan masyarakat sekitar, sehingga masalah ini bisa segera diselesaikan. Pabrik tidak boleh merugikan warga, demikian juga sebaliknya
Negara (Antara Bali) - Petugas dari Satpol PP dan Dinas Kesehatan Jembrana, Rabu, memeriksa pabrik kertas di Desa Banyubiru yang dikeluhkan warga karena diduga mencemari lingkungan mereka.

Selama di areal pabrik, petugas gabungan tersebut memeriksa tempat penampungan limbah, serta sumur bor yang dituding warga menyedot air terlalu banyak sehingga sumur mereka kering.

Kepada petugas, Rifan Ariandra, salah seorang staf pabrik kertas ini mengaku perusahaan tersebut belum memiliki Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL), sedangkan limbah ditampung dalam beberapa bak di belakang pabrik.

Namun, menurutnya, perusahaan sedang berupaya membuat IPAL dengan dibuktikan adanya kontruksi yang akan digunakan mengolah limbah.

Setelah pemeriksaan, Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Jembrana I Made Tarma mengatakan, pihaknya segera akan memanggil pemilik pabrik untuk menyelesaikan keluhan warga.

"Kami akan mediasi pihak pabrik dengan masyarakat sekitar, sehingga masalah ini bisa segera diselesaikan. Pabrik tidak boleh merugikan warga, demikian juga sebaliknya," katanya.

Menurutnya, dari keterangan beberapa karyawan, pabrik tersebut sudah beralih pemilik, sehingga masalah suplai air bersih kepada warga yang dulunya dilakukan pemilik lama harus dibicarakan lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr Putu Suasta MKes yang ikut dalam pemeriksaan mengatakan, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan apakah benar sumur warga tercemar limbah cair dari pabrik kertas tersebut.

"Tadi saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa warga sekitar yang mengatakan, sumur warga kering sehingga tidak bisa diambil contoh airnya," katanya.

Namun, dari beberapa warga tersebut ia mendapatkan keterangan, limbah cair mengalir dari pabrik saat musim hujan yang menyebarkan bau tidak sedap.

Karena tidak ada contoh air sumur yang bisa diambil, ia berpesan kepada warga, agar saat musim hujan memperhatikan air sumurnya dari sisi warna dan bau.

"Saya sudah berpesan, kalau air sumur tersebut tidak layak konsumsi karena pencemaran, segera hubungi kami atau petugas Puskesmas terdekat," katanya.

Sebelumnya, warga Dusun Air Anakan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara mengeluhkan pencemaran limbah cair dari pabrik kertas, serta sumur mereka kering yang diduga karena pabrik tersebut memiliki sumur bor dengan kapasitas besar.(GBI)

Editor: Gismadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga