Jumat, 22 September 2017

Akademisi IHDN : Hari Saraswati Simbol Turunnya Ilmu Pengetahuan

| 998 Views
id hari saraswati, akademisi ihdn, ihdn denpasar, bali visit
Akademisi IHDN : Hari Saraswati Simbol Turunnya Ilmu Pengetahuan
Ilustrasi - Sejumlah pelajar bersembahyang bersama saat perayaan Hari Saraswati atau hari turunnya ilmu pengetahuan di SD Negeri 1 Sumerta, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (28/11). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nz/2015)(edm)
Denpasar (Antara Bali) - Akademisi Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Bali, Prof Dr I Made Surada menyatakan bahwa perayaan Hari Suci Saraswati merupakan simbol turunnya ilmu pengetahuan ke dunia.

"Hari Saraswati dirayakan oleh umat Hindu setiap 210 hari sekali sebagai hari lahirnya ilmu pengetahuan yang digunakan manusia sebagai tuntunan hidup," kata Surada, Sabtu.

Ia mengatakan, pemujaan Tuhan sebagai Dewi Saraswati menunjukkan bahwa orang-orang amat mendambakan ilmu pengetahuan.

Oleh sebab itu buku-buku dan lontar-lontar pada hari yang istimewa dihaturkan persembahan pada hari Saraswati yang sangat bertuah.

"Orang-orang bijaksana, orang-orang berilmu amat dimuliakan, kenyataan menunjukkan bahwa berkat ilmu pengetahuan orang dapat memperingan dan mempermulia hidupnya," kata dia.

Surada lebih lanjut mengungkapkan, dengan berbekal ilmu pengetahuan manusia dapat melaksanakan berbagai aktivitas dan kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya.

Pengetahuan sangatlah penting artinya dalam kehidupan. Oleh karena itu, hari Raya Suci Saraswati harus dirayakan secara khusuk oleh semua lapisan, bukan hanya para siswa.

"Manusia dapat membangun rumah, mengolah tanah pertanian, membuat sarana transportasi, membuat obat-obatan dan fasilitas-fasilitas lainnya yang semuanya memperingan dan menjadikan nyaman hidup ini. Semua itu karena ilmu pengetahuan," terang dia.

Sementara itu pada Hari Raya Saraswati pelajar dari seluruh jenjang pendidikan di Bali melaksanakan persembahyangan bersama di sekolah masing-masing.

Mereka mengenakan busana adat nominasi warna putih yang pria mengenakan kain, baju dan udeng (ikat kepala) serta pria mengenakan kain dan bayu kebaya sambil membawa sesajen.

Persembahyangan bersama tersebut dilaksanakan mulai tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah kejuruan.

Persembahyangan yang diiringi alunan instrumen musik tradisional Bali (gamelan) dari rekaman itu berlangsung lancar dan khidmat.

Selain itu para siswa juga menghaturkan sesajen di hadapan patung Dewi Saraswati, sosok wanita cantik yang umumnya dipajangkan di halaman sekolah masing-masing.

Para siswa pada hari yang istimewa yang dirayakan setiap 210 hari sekali (enam bulan) itu tidak melakukan proses belajar mengajar seperti hari-hari biasanya.  (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga