Minggu, 20 Agustus 2017

Kapolda Bali Siaga Pengamanan Lebaran di Gilimanuk

| 505 Views
id kapolda, polda bali, pengamanan Lebaran, gelar pasukan, Operasi Ramadniya, mudik lebaran, arus mudik, polda bali,
Kapolda Bali Siaga Pengamanan Lebaran di Gilimanuk
Personel Brimob Polda Bali bersiaga dengan persenjataan saat mengikuti gelar pasukan Operasi Ramadniya 2017 di Denpasar, Senin (19/6). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/ama/17)
Denpasar (Antara Bali) - Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Petrus Golose berencana pindah kantor sementara untuk siaga pengamanan Lebaran 2017 di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

"Saya akan pindah kantor jadi nanti mulai 22 Juni saya berkantor langsung di Gilimanuk," katanya usai memimpin apel pasukan pengamanan Lebaran 2017 di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin.

Menurut Petrus, selain dirinya sejumlah pejabat utama juga akan turut serta di antaranya dari Direktorat Lalu Lintas, Satuan Brimob, Sabhara, dan Hubungan Masyarakat Polda Bali yang akan dikoordinasikan oleh Biro Operasi.

Jenderal dengan bintang dua di pundak itu mengatakan bahwa persiapan pengamanan Lebaran sebelumnya telah dilakukan baik di level pusat maupun daerah.

Persiapan pengamanan itu menggandeng instansi terkait lainya mulai dari jajaran TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, Pecalang dan instansi terkait lainnya.

Sejumlah kendala dalam pelayanan arus mudik telah dicarikan solusi di antaranya dalam mengurai kemacetan dan antrean panjang menuju pintu gerbang Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

"Kendala yang ada kaitan kapal untuk angkutan penyeberangan sudah dipecahkan itu akan dibantu Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sehingga mudah-mudahan tidak ada antrean panjang yang akan dilintasi," ucapnya.

ASDP Indonesia Ferry sebelumnya mengeluarkan terobosan yakni dengan membeli tiket penyeberangan dalam jaringan (daring) atau "online" yang efektif digunakan mulai 19 Juni 2017.

Nantinya pemudik yang membeli tiket secara "online" itu akan mendapatkan jalur khusus dengan menempelkan tanda barkode tiket sehingga tidak membutuhkan waktu banyak dalam pencatatan manifest penumpang.

Jalur pemudik yang memegang tiket "online" juga dipisahkan dengan pemudik yang membeli tiket secara konvensional.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Jumat (23/6) atau dua hari menjelang Lebaran. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga