Selasa, 27 Juni 2017

Korban Luka Kecelakaan Jembrana Seluruhnya Pulang

| 216 Views
id kecelakaan pemudik, korban kecelakaan
Korban Luka Kecelakaan Jembrana Seluruhnya Pulang
Abu Amin, salah seorang korban luka kecelakaan maut di Kabupaten Jembrana akan pulang ke Kabupaten Jember, Jawa Timur hari ini, Senin (19/6). (Antara Foto/Gembong Ismadi/2017)
Negara (Antara Bali) - Sisa tiga korban luka yang dirawat di RSU Negara dari kecelakaan yang menewaskan delapan orang, seluruhnya dipastikan segera pulang ke daerah asal hari ini.

"Hari ini tiga orang yang mendapatkan perawatan di RSU Negara akan pulang. Selain kondisinya cukup baik, mereka beserta keluarganya minta dirawat di daerah asal," kata Direktur RSU Negara dr Made Dwipayana, Senin.

Ia mengatakan, untuk mengantar tiga orang pasien ini ke Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, dikerahkan tiga unit ambulans yang biayanya akan dikoordinasikan dengan Jasa Raharja.

Menurutnya, biaya yang timbul dari perawatan maupun mengantar pasien ke daerah asal, bisa diambilkan dari santunan kecelakaan yang diberikan Jasa Raharja yang untuk korban luka mendapatkan Rp20 juta.

"Tidak semuanya habis. Biaya perawatannya tidak terlalu besar, sementara untuk mengantar dengan ambulans hingga ke Kabupaten Jember biayanya sekitar Rp2 juta permobil," katanya.

Ia mengaku, untuk biaya korban kecelakaan di wilayah Hutan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, termasuk bagi korban yang meninggal dunia, pihaknya terus berkoordinasi dengan Jasa Raharja agar tidak memberatkan keluarga korban.

"Kemarin delapan orang yang meninggal dunia sudah diantar pulang dengan empat mobil jenazah, biayanya kami mintakan ke Jasa Raharja yang diambilkan dari santunan untuk korban meninggal," katanya.

Dengan pulangnya tiga orang ini, seluruh korban kecelakaan maut di Hutan Gilimanuk, Kecamatan Melaya yang menewaskan delapan orang dan lima orang luka-luka, Sabtu (17/6), sudah seluruhnya diantar ke Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.

Sementara Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Prianto Priyo Hutomo mengatakan, kecelakaan maut ini disebabkan kelalaian pengemudi yang menyetir dalam kondisi kurang sehat.

"Kemungkinan saat memasuki lokasi kejadian, bannya selip membuat sopir tidak bisa mengendalikan mobil sehingga terbalik lalu menabrak truk tronton yang meluncur dari arah berlawanan," katanya.

Belajar dari pengalaman pahit musibah tersebut, ia mengimbau, pemudik untuk menjaga dan memperhatikan kondisi kesehatan sebelum mengemudi baik mobil maupun sepeda motor.

Diberitakan sebelumnya, Tujuh pemudik yang menumpang mobil travel dipastikan tewas dalam kecelakaan di wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (17/6) malam.

"Total korban meninggal dunia ada delapan orang, tujuh penumpang dan satu sopirnya," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana Ajun Komisaris I Nyoman Sukadana.(GBI)

Editor: Gismadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017