Minggu, 28 Mei 2017

Ratusan "Kelian" di Buleleng Dapat Bantuan Sepeda Motor

| 1.227 Views
id Pemkab Buleleng, Bupati Buleleng
Ratusan
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana ketika menyalurkan bantuan sepeda motor kepada kelian subak di daerah itu (antara foto/bagus/humas/2017)
Singaraja, (Antara) - Ratusan "kelian" atau petugas adat di Kabupaten Buleleng, Bali, mendapatkan bantuan operasional berupa sepeda motor dari pemerintah daerah setempat.

"Pemkab Buleleng melalui Dinas Kebudayaan memberikan bantuan hibah berupa sepeda motor kepada kelian subak, kelian subak abian, kelian banjar adat, dan Majelis Alit Desa Pakraman (MADP)," kata Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana di Singaraja, Bali, Kamis.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini ingin memberdayakan subak. Dalam musrenbang, juga sudah disepakati pada APBD tahun 2018 fokus pada sector pertanian. Oleh karena itu, bantuan hibah ini juga diberikan kepada klian subak dan klian subak abian.

Pemberian bantuan hibah ini bertujuan untuk mempermudah gerak dan juga koordinasi antar klian subak ataupun untuk mengembangkan subak yang memiliki peran vital tersebut.

"Fokus kita di pertanian. Kita akan berdayakan para klian subak dan klian subak abian ini. Penyerahan bantuan hibah berupa sepeda motor ini untuk mempermudah dan mempercepat gerak mereka," ujarnya.

Agus juga meyakini betul untuk memperbaiki sector pertanian memerlukan upaya yang terstruktur, sistematis, dan terintegrasi. Terintegrasi artinya bagaimana kesiapan anggaran OPD terkait untuk memberikan edukasi dari hulu sampai hilir dalam bidang pertanian ini.

Pihaknya pun mengakui akan berdiskusi per kecamatan untuk membahas sector pertanian secara mendalam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Dr. I Putu Tastera Wijaya, MM menjelaskan sebanyak 535 unit sepeda motor diberikan pada saat penyerahan. Pemberian bantuan hibah sepeda motor tersebut terdiri dari MADP enam unit, klian banjar adat 14 unit, klian subak abian 209 unit, dan klian subak 306 buah.

Pemberian hibah yang berasal dari dana APBD sebesar hampir Rp. 8 Milyar ini bertujuan untuk memperlancar dan mempercepat gerak koordinasi.

"Pemberian hibah ini tidak ada kaitan dengan politik. Tujuannya untuk kelancaran koordinasi, rapat-rapat dan mempermudah operasional dalam rangka meningkatkan sector pertanian. Pembagiannya juga bertahap," tutupnya. (gus)

Editor: I Made Andi Purnomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga